RSS

Salam Perpisahan

11 Jan

Salam Perpisahan

Telah lama aku menyadari cepat atau lambat ini akan terjadi, namun aku tak menyangka sedikit pun perpisahan itu datang lebih awal disaat raga ini masih membutuhkan mu. Bagaimana pun itu keputusan mu, itu hak mu, dan mau tak mau aku harus menghormatinya, tetapi aku yakin dibalik ini semua sesungguhnya kamu tak mau pergi namun berbagi faktor yang mengharuskan kita berpisah. Sedih, kecewa, tetesan air mata seolah percuma tak mampu mengembalikan mu lagi.

Masa-masa indah dan kelam itu, kala kita bersama merajut asa dengan visi dan misi yang sama. Walau terkadang tidak hanya senyuman yang kamu persembahkan, ada sebuah luka dan kekecewaan, namun lagi-lagi apa daya itu semua tinggal kenangan yang biarlah terus tersimpan di memori kehidupan ini. Rasa tidak percaya itu kian menghantui, baru saja aku menemukan sosok yang dicari-cari kini kian sirna dimakan waktu dan kenyataan yang ada.

Senyuman, canda, dan tawa itu akan susah aku temukan kembali diparas wajah yang sama, mungkin akan ku temukan suatu saat nanti, tapi bukan dari wajah mu atau senyuman dari mu bukan untuk di tempat ini. Tidakkah kamu ingat awal pertemuan kita? Sebuah memori akan kenangan ini membawa aku jauh ke masa lalu, namun lagi-lagi kenyataan pahit harus aku terima “kini kamu berlabu di tempat lain”. Iklhas, mungkin itu penggambaran akan pembelajaran hidup yang kini sedang aku tekuni.

Bukan memaksa atau menyalahkan mu, aku tahu kamu pun tak ingin pergi tetapi jujur rasa kecewa sedikit tertanam dihati, namun tenanglah aku berusaha mengerti keadaan mu sekarang dan ini semua ku percaya demi kebaikan kamu dan aku walau aku merasa sedikit tak berimbang. Aku tak sama sekali menyalahkan mu, mungkin jalan Tuhan memang begini memisahkan kita terlebih dahulu dan mengembalikan mu disaat kamu jauh lebih hebat, semoga!

Harusnya aku jauh menyadari perpisahan itu akan datang ketika perjumpaan itu ada, tetapi aku tak menyangka perpisahan itu datang disaat yang tak aku sadari dan aku rasa diri ini masih membutuhkan mu. Aroma terpaksa mungkin tercium jelas diperpisahan kali ini, semoga kamu selalu sukses, menjadi lebih hebat, jangan lupakan semua ini, dan kembalilah suatu saat nanti dikala kesempatan itu ada.

Salam Hormat untuk Kamu dan Kalian Semua, Sukses di Tempat Baru Mu, dan Lekaslah Kembali Bersama Ku!

About these ads
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 11, 2013 in Persija, Uncategorized

 

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: