Kami-pun sama seperti perempuan lainnya

Sepakbola , supporter dan kami para perempuan di dalamnya
Menjadi salah satu bagian penting diantara elemen-elemen penting di dalam sepakbola adalah sebuah hal yang amat membanggakan menurut saya.

Entah di serukan sebagai nasib atau takdir, tapi sesungguhnya ini adalah nasib atau takdir yang menyenangkan, menggembirakan, membanggakan dan saya bersyukur bisa menjadinya.

Mungkin tidak semua orang bisa berkenalan,berteman,bersahabat dan memiliki kekasih yang namanya begitu terkenal,besar, dan populer ini.

Yah, Sepakbola.
Yang hanya berdiri dari satu penggal kata dalam Bahasa Indonesia ini.
Katanya memang ‘satu’ tapi maknanya,mungkin seisi dunia pun tidak cukup untuk menampung makna-makna yang terkandung dari olahraga terpopuler dunia ini.

Banyak orang bertanya kepada saya.
Kenapa sepakbola?
Kenapa harus sepakbola?
Kenapa mesti sepakbola?
Tidakah ada olahraga lain selain sepakbola?
Dan berbagai rentetan pertanyaan tentang sepakbola yang terkadang membuat saya muak sendiri.

Muak,bosan,kesel dan terkadang memunculkan emosi ketika rentetan pertanyaan dilontarkan seperti menghakimi diri ini.
Disini saya bukannya malu,bosan ataupun tidak membanggakan sepakbola, namun ketika mereka bertanya., rasanya tidak cukup 1 atau 2 pertanyaan.
Pertanyaan yang di lontarkan pun bagai ‘menghakimi’ bukannya memnanyakan alasan di balik kecintaan ini. Maka saya akan lebih senang berdiam dan menunjukan langsung kecintaan saya ini di depan mereka.

Ketika sepakbola terlanjur dicap dengan citranya sebagai olahraga laki-laki, maka tidak heran lagi jika kami para perempuan di dalamnya yang terjun langsung dekat dengan olahraga ini dianggap sejatinya ‘bukan perempuan’

Hemmmm, menyakitkan memang ketika apa yang telah tuhan berikan dengan sempurna sebagai manusia berjati diri perempuan dituding atau di anggap ‘perempuan-perempuanan’ semata-mata hanya karena kecintaan kita kepada olahraga bernama sepakbola ini…

Entah, apa yang salah. Pola pikir mereka atau sebuah image yang terlanjut terbentuk jauh sebelum olahraga ini di minati oleh kaum perempuan.

Pada nyatanya kami sama seperti mereka.
Para perempuan di luar sana, yang berparas wajah bersih,putih,cantik bagai bidadari.
Kami sama seperti mereka. Walau di luar kami lebih nyaman dengan kaos,celana, dan sepatu. Tapi untuk masalah penampilan biarlah sisi kecantikan dari dalam diri kami yang terpancar secara alami.
Kami sama seperti mereka. Biarpun kami terlihat lebih perkasa dan jantan dari pada perempuan-perempuan lainnya tapi di dalam diri ini kami masih memiliki hati,cinta dan sifat keibuan.

Kami akui memang kami sedikit berbeda dari perempuan-perempuan di luar sana, namun perbedaan kami adalah nilai plus sendiri yang tidak di miliki oleh mereka.

Tapi apalah artinya perbedaan ini. Beda atau samanya kita. Kita tetap, hanyalah manusia titipan tuhan di dunia ini.

“tidak bisa disalahkan, kini sepakbola juga milik kami para perempuan”

—————————————-

Numpang promosi dikit yah.🙂
Saya lagi ikut lomba karya tulis nih, dan saya membutuhkan vote anda.
Silahkan ke klik di sini > http://jakonline.asia/cinta-persija-dari-hati <
Di bawah artikel pilih like (via FB) / share (via Twitter) / G+
Bantu promosi juga bole😀

Posted with WordPress for BlackBerry.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s