ketika sepakbola di nomor-2 kan!

Sore yang cukup cerah, di temani sebuah novel tentang sepakbola rasanya dahaga untuk cepat menuntaskan buku ini bergebu-gebu. Ya, rasa penasaran akan akhir cerita seorang anak desa yang memiliki impian besar untuk sepakbola negri ini.
Rasa penasaran ini seolah tertahan, ketika sebuah bbm dari teman yang menawarkan tiket konser artis luar negri.
Tanggal 3 juni 2012 di Gelora Bung Karno, seketika tangan saya pun mulai mencari sebuah note yang saya simpan yang tidak lain dan tidak bukan adalah jadwal tanding Persija Jakarta.
Oh tuhann, rasa dongkol pun membenak di hati. Pada jadwal yang dirilis PT.Liga sampai saat ini 3 juni bertepatan PERSIJA vs psps yang berarti mau tak mau pertandingan harus berubah waktu atau berubah tempat…
Seketika novel yang tadinya menarik pun jadi tidak menarik lagi, sepakbola negri ini bagai di nomor-2 kan. Persija Jakarta seolah kalah ‘berharga’ nya bagi penduduk Jakarta sendiri. Sepakbola dan Persija seketika kalah dalam bicara soal uang.

Sekarang saja 2 laga Persija vs pelita dan arema harus dengan terpaksa di pindahkan di luar Jakarta atau lebih tepatnya di Solo dengan alasan tidak di berikan izin keamanan.
Sesungguhnya apa bedanya pengamanan sepakbola dengan konser musik?
Apa karena biaya yang di tawarkan jauh berbeda?
Atau bagi mereka terlalu riskan berhadapan dengan supporter?
HAH? HAH? HAH?

Sepakbola dengan rivalitas? Justru ini bumbu yang membuat orang penasaran.!!

Sedianya stadion itu di bangun untuk menggelar pertandingan sepakbola.
Gelora Bung Karno Gedung olahraga ini dibangun mulai sejak pada tanggal 24 Agustus 1962 sebagai kelengkapan sarana dan prasarana dalam rangka Asian Games 1962 (wikipedia) nah, tujuan awal di buat oleh presiden pertama kita yaitu untuk sarana olahraga bukan sarana konser.

Jika stadion-stadion Jakarta mulai mengalami penggusuran, saya yakin GBK tidak, karena GBK bisa dikata merupakan salah satu aset ‘tempat konser’

Bukan nya melarang, tapi alangkah lebih bijak nya cari hari lain agar ‘tidak mengganggu’. Kenapa mesti kita terus yang mengalah? Atau semata-mata hanya karena mereka datang dari negri jauh di sana?
Inilah orang Indonesia, ketika bangsa lain datang bukan main di sambutnya sampai di berikan yang terbaik, namun sayangnya ketika kita ke negri lain hal yang berimbang tidak kita dapatkan. Mungkin terlalu santun negri ini.

Kembali ke sepakbola.
Ketika pertandingan sepakbola khususnya Persija di gelar, cemoohan pun datang bukan main. Dari yang besar sampai yang kecil di besar-besarkan seperti ‘macet’, tapi jika konser??? Hmmmmm

Ketika sepakbola di nomor-2kan. Semoga tidak ada persija-persija yang lain dan nasib ini tidak terus menerus di alami Persija.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s