Sampingan

Kebangaan Dibalik Sebuah Nama

Rusuh! Perusak! Arogan! Kasar! Dan berbagai pandangan negatif pun seolah melekat kepada kami. Entah mindset mereka yang salah terhadap segala sesuatu yang kami lakukan atau mereka mengalami Post-Traumatic Stress Disorder, dimana rasa takut atau kecemasan terhadap kelompok kami yang dapat disebabkan berbagai hal, mungkin pengalaman kurang mengenakan. Hmmm, rasanya memang kurang adil ketika ulah oknum menjadi kesimpulan akan identitas keseluruhan kami (stereotype), namun apa boleh buat mau tak mau diakui mereka adalah bagian dari kami, dan kami adalah bagian dari mereka yang memiliki latar belakang tujuan pendukung yang sama walau ‘bumbu penyedap’ yang digunakan berbeda.

Mau tidak mau, suka tidak suka jalanin saja. Ketika hati sudah berkotmitmen untuk mendukung sebuah Tim, ayo! jalankan sampai tuntas, jangan setengah-setengah apalagi patah terhadap cibiran orang, mereka tidak tahu apa yang kita rasakan sebuah semangat, cita, cerita, dibalut menjadi satu atas nama cinta, belum tentu kita merasakan ini ditempat yang lain.

Persepsi mereka boleh saja negatif kepada kita dan saya tidak menyangkal karena terkadang sensasi yang kita berikan tak seutuhnya positif, namun kami hanyalah kelompok supporter yang berusaha dengan semampu kami mengirimkan energi dari tribun ke lapangan pada setiap pertandingan demi sebuah kemenagan dan gelar juara bukan kelompok malaikat yang dikirimkan Tuhan dari langit untuk membawa tim ini masuk surga.

Dibalik segala pandangan negatif yang tertuju kepada kami, tersimpan sebuah kebanggaan. Kebanggaan yang tersimpan dihati bukan sekedar diotak. Kebanggaan yang tercipta dari tim ini, yang membawa diri ini sampai pada sebuah tempat bernama stadion dengan tim orange bernama Persija Jakarta.

Tim kebanggaan dengan segala gemelut didalamanya. Problema yang seolah tak mau pergi sejenak, namun dari sini mengasah rasa bangga menjadi sebuah kebanggaan yang indah dan tak mau ditinggalkan.

Definisi kebanggaan setiap individu memang berbeda, namun saya yakin tidak melenceng jauh kemana-mana. Kebanggaan itu tercipta bukan tanpa sebab, ada ikatan di dalam hati yang nantinya terpersentasikan lewat sikap dan perilaku seseorang.

Kebanggan itu kini berlabu dan bersemi atas nama Persija Jakarta. Sebuah tim yang sejenak lagi akan berusia 84 Tahun. Yah! 84 Tahun… Bukan perjalanan yang singkat dan bukan bandingan yang sejajar jika dibandingkan dengan usia supporternya. Tim ini tua sekaligus besar! Tim ini penuh dengan sejarah dan cahaya kebanggaan yang terpancar didalamnya.

Supporter butuh tim! Tim butuh supporter! Hubungan timbal balik yang sepatutnya saling menguntungkan kedua pihak terkait. Banyak alasan untuk bangga akan tim ini. Banyak jawaban yang bisa dilontarkan untuk relasi cinta yang dibangun bersama tim ini. Banyak kisah, pembelajaran, semangat, cita, cerita, dan masih banyak lagi sampai pada sebuah cinta yang terpondasi lewat kebanggan atas nama  Persija Jakarta. Dibalik kesan aroganisme pada supporter, ada sisi romantis yang bernama CINTA.

Kebangaan dibalik sebuah nama! YA SAYA BANGGA SEBAGAI PENDUKUNG PERSIJA JAKARTA!

Image

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s