Titik (.)

 Titik (.) Titik (.) Titik (.)

Sebuah percakan bulat kecil yang menodai secarik kertas putih.

Titik titik titik,  sebuah titik yang menjadi pusat dari semua pikiran, sebuah titik yang menjadi pusat dari semua isi hati, dan sebuah titik yang menjadi bendungan emosi kali ini.

Titik itu bukan sekedar titik biasa, namun menjadi sebuah titik fokus dari segala yang dipikirkan dan yang terjadi  saat ini. ketiga titik yang bergabung menjadi satu, membentuk goresan kecil yang mewakili goresan luka dihati ini.

 

Malam ini semua seolah berubah, kesedihan dan impian itu seoalah sirna kala sebuah kabar yang menyakitkan harus diterima. Harapan beberapa hari ini terpatahkan sudah, pencarian mujizat Tuhan pun seolah belum direstui-Nya.

 

Legenda, apa definisi legenda bagi kalian? Yang terbuangkan? Yang dilupakan? Yang tak dipedulikan? Atau legenda yang hanya tinggal kenangan? Legenda bukan sampah! Legenda tak seharusnya merasakan “habis manis sepah dibuang” dan mereka yang disebut legenda jauh ada terlebih dahulu sebelum mereka ada ditempat ini, lantas pantaska mencampakan mereka?

 

Tidak ingin banyak bicara tentang peristiwa malam itu karena sesungguhnya tidak ada kaya yang bisa mewakilinya kembali. Hanya ingin sedikit flashback, merasakan kehadirannya kembali walau hanya tinggal sebuah kenangan yang membawa kesedihan.

 

Rasa bangga, cinta, dan menggapai cita-cita itu dulu pernah bersama dilalui. Kecewa saat kalah, gembira saat menang, dan sebuah lingkaran kekeluargaan yang telah didirikan dan berlangsung dengan waktu yang tidak singkat.

 

Anda menarik perhatian saya melalui sosok dan karisma yang terpancar begitu nyata. Anda menuntun saya menjalin kisah cinta dengan tim yang anda berkuat. Anda mengajarkan arti sebuah kecintaan, kebangaan, dan sifat kepemimpinan yang luar biasa. Sebuah angka yang sederhana bahkan bagi sebagian orang biasa saja, namun ketika nomor tersebut melekat didiri anda nomor tersebut seolah berubah menjadi nomor dengan makna dan karismatik yang luar biasa.

 

Sebelumnya saya cukup tahu diri, suatu saat nanti perpisahan ini akan terjadi, namun saya kurang peka jika tanda-tanda perpisahan itu datang lebih cepat. Saya rasa kalian masih sangat dibutuhkan. Bukan sekedarsatu atau dua musim, tapi lebih dari itu. Pengorbanan dari sebuah kata profesionalisme itu melebihi profesi kalian, ikatan emosional itu tumbuh beriringan dengan pergantian musim kompetisi. Loyalitas, rasanya tidak pantas menuntut itu dari kalian, karena keluarga dan hidup ini tidak dapat terpenuhi hanya dengan kata loyalitas, kalian butuh lebih dari pada itu.

 

Mungkin ini jalan terbaik yang diberikan Tuhan, sudah cukup penderitaan dan janji-janji palsu yang harus kalian terima. Mungkin sudah saatnya hak-hak kalian terpenuhi ditempat lain walau tak bersama kami, nyatanya memang kata berat itu sellau terucap dan memendam dihati tetapi kita harus belajar ikhlas. Iya! Ikhlas! Kita sedang menjalani proses pembelajaran yang bernama “ikhlas”.

 

Terimakasih untuk selama ini, kalian layak mendapatkan yang lebih baik dari kondisi sekarang. Semoga suatu saat nanti kalian bisa kembali dengan kami, bersama juara.

 

Dan titik itu baru saja berperan di akhir kalimat salam perpisahan sebagai tanda final dan tidak bisa berubah.🙂                                                                                                                                                                                                                                   

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s