Lewat Persija

Ada sesuatu yang menarik malam ini, ketika sebuah account twitter menarik perhatian timeline para pencinta persija dan tentunya saya.
 Sebuah twit-twit yang sebenarnya simple saja, namun dari kesimpelan itu tersimpan sebuah makna besar. Ya, makna besar karena sesungguhnya twit-twit yang di sampaikan oleh @jakonline sangat nyata melekat dikehidupan.

 Lewat Persija kita bisa mengenal lingkungan lebih luas. Bukan sekedar batasan kota, negara, atau sepakbola tapi lebih dari itu. Lewat cinta pada sepakbola yang berlabu pada tim ibu kota Persija Jakarta semua itu dapat berubah. Berubah dalam konotasi positive atau negative itu kembali kepada pribadi masing-masing, namun dalam artikel ini mari kesampingkan hal-hal negative itu, ubah pemikaran negative itu menjadi energi positive.

 Persija memang Jakarta, tapi Persija bukan hanya milik orang Jakarta. Sebuah kalimat simple yang lagi-lagi maknanya luar biasa. Oke, kali ini saya bisa menggaris bawahi, bahwa tidak selama-lamanya sebuah bahasa yang “tingkat tinggi” dapat diterima, lebih baik sebuah kata/ kalimat simple yang mudah di mengerti dan dapat langsung mengena dihati, mungkin ini akan jauh lebih berarti.🙂

 Kembali ke bahasan awal, lewat Persija. Seperti yang telah dikatakan di atas persija bukan hanya milik orang jakarta, maka jangan aneh atau asing jika menemukan persija lovers diluar jakarta, diluar pulau jawa, atau bahkan diluar Indonesia. Sesungguhnya untuk jatuh cinta akan sepakbola atau Persija adalah hal mudah, namun yang susah adalah mempertahankan dan menjaga komitmen ini bersamanya.

 Lewat Persija dari yang tak kenal kini bagai teman. Dari yang sekedar teman kini berubah jadi sahabat. Dari sahabat bisa jadi pasangan kekasih. Dari pasangan bisa naik level jadi pendamping hidup. Ahhh! Indah rasanya merangkai kata ini walau nyatanya tak semuda yang diutarakan :) 

Banyak para persija lovers yang berada diluar jakarta, mereka sering disebut jak outsider. Sebuah cinta yang tak mudah apalagi jika berdomisili di area lawan. Pengalaman merajut cinta jarak jauh dengan Persija di daerah yang kurang bersahabat pernah saya rasakan. Tidak dapat menyalurkan rasa cinta dengan terang-terangan memang sangat dirasakan mengganggu, namun sebuah ikatan yang lebih kuat lagi secara tidak langsung akan terjalin begitu saja. 

Kini jaman sudah canggih, semua orang hampir memiliki account sosial media. Disaradari atau tidak lewat sosmed ini kita bisa saling bertukar informasi dan tentunya menjalin pertemanan. Satu level telah dimulai kala perkenalan ini terjalin, dari satu daerah ke daerah lain hanya sekilat dunia maya dari tak kenal menjadi kenal. Level itu akan kembali naik apabila mungkin perkenalan ini berlanjut pada pertemuan saat persija bertanding dan akan terus naik jika hubungan berlanjut. Tidak bisa di sangka lewat persija banyak tercipta pasangan-pasangan bahagia. Hahaha. Jika pasangan yang “belum bahagia”, tenang masih banyak persija lovers yang lain walau apadaya berat rasanya untuk moveon :D 

Lewat persija ada yang merajut cinta, cerita, cita, dan karir. Banyak cerita yang menggores perjalanan sejauh ini bersama Persija. Ada sebuah cita-cita yang terlukis oleh Persija, mungkin lewat Persija ada sebuah angan tersendiri untuk kelak bergabung dengan tim ini. Ada sebuah pencapaian karir di dalam pertemuan ini. Dunia persija itu luas, tak menutup kemungkinan kita disini akan bertemu dengan seorang boss mungkin, atau sekedar membuka usaha merchandise Persija.

 Sebuah hal nyata lewat tulisan ini, jikalau bukan lewat Persija mungkin saya tak akan pernah menulis artikel ini. Lewat persija bukan hanya sekedar apa yang telah di paparkan diatas, saya yakin beribu-ribu banyak lagi kisah yang telah diciptakannya.
 Lewat Persija banyak alasan untuk mengatakan I LOVE PERSIJA, PERSIJA BANGKIT, dan tidak perlu takut untuk datang ke stadion🙂

One thought on “Lewat Persija

  1. Great ! “Lewat Persija dari yang tak kenal kini bagai teman. Dari yang sekedar teman kini berubah jadi sahabat. Dari sahabat bisa jadi pasangan kekasih. Dari pasangan bisa naik level jadi pendamping hidup. Ahhh! Indah rasanya merangkai kata ini…” *underlined* mengikat erat sebagai keluarga :))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s