Persija (kurang) Jakarta

persija kini tak Jakarta lagi, tak jakarta dalam arti seolah “kurang di terima” di daerahnya sendiri. harus realistis melihat keadaan Persija saat ini, seakan tak mengenal lagi tim ibu kota pada musim ini. Tarignnya hilang, cakarnya hilang, cengkramannya hilang, semua di rampas oleh orang terdekatnya sendiri. Masalah keuangan, posisi di klasmen saat ini, sampai pada terampasnya dukungan bertanding di daerah sendiri. Persija saya dulu tak begini😦

stop dulu bicara tentang loyalitas diuji, stop dulu berkata “bagaimana keadaannya akan selalu mendukung”, sekarang bagaimana cara anda mendukung apabila pertandingan home saja selalu di persulit, menonton bola saja selalu di larang, mendukung Persija saja selalu di ibaratkan seperti teroris! Hey Indonesia! jangan harap sepakbola kita akan maju jika menggelar dan mendukung pertandingan sepakbola seolah di “haramkan”.

Persija malangnya nasib yang menimpa mu saat ini, mungkin bukan hanya Persija yang lupa menang, para aparat keamanan pun lupa bagaimana menjalankan tugasnya. Percuma saja jika nantinya stadion untuk Persija telah berdiri gagah jika sepakbola masih menjadi ancaman di Jakarta.

terlepas dari susahnya Persija di berikan izin, saya ingin sedikit membahas tentang sesuatu yang mengganjal di hati saya kala sebuah statment yang selalu keluar ketika saya bertemu orang-orang yang baru dan mengetahui jika saya salah satu dari Persija lovers. “kok cewe-cewe suka Persija, jangan-jangan yang suka naik-naik di atas metromini lagi?” JUJUR! saya sangat terganggu dengan sebuah image yang terlanjur lekat pada jakmania/angel! lantas salah siapa? saya pribadi jelas sebagai bagian dari Persija lovers malu dengan kelakuan rekan-rekan sekalian. tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada kalian semua sesama Persija lovers, namun sadarkah perilaku kalian merugikan? merugikan Persija dan tentunya merugikan orang lain! bagi kalian mungkin itu tidak merugikan pribadi kalian, tapi sadarkah penting atau tidaknya hal ini dapat menjadi salah satu alasan Persija kesulitan menggelar pertandingan di Jakarta dan pertaruhannya lagi-lagi nama besar Persija dan Jakmania.

membangun image positif atas nama Persija dan Jakmania itu susah apalagi mempertahankannya, bagaimana kita bisa di terima dengan tangan terbuka jika terkadang dari diri kita sendiri yang memberikan ancaman! oarang itu akan lebih mudah ingat kejelekan sesuatu dari pada kebaikannya, maka dari itu bukan memkasa harus selalu baiktapi alangkah lebih baik memposisikan diri secara tepat. bukan maksud menggurui atau apalah, yang jelas di artikel ini hanya ingin berbagi dengan rekan-rekan sekalian. siapa tahu salah satu diantara kalian membaca ini🙂

persija kini dalam kondisi tidak baik, janganlah tambah merusak suasana🙂
Persija butuh kita sebagai pendukung, bukan sebaliknya🙂
Mungkin saat ini Persija tak Jakarta, tapi akankah Jakarta selalu Persija?

= stadion itu gak menyeramkan seperti yang dibayangkan, semua kembali ke diri kita, bagaimana kita bisa memposisikan diri kita di salam tribune dan stadion🙂 =

One thought on “Persija (kurang) Jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s