Sampai Kapan

sampai kapan

i love you but isn’t so easy…
begitulah penggalan sebuah lirik lagu yang nyata adanya.
mencintai itu tidak mudah, mendapatkan bukan hal yang gampang, mempertahankan apalagi. cinta itu katanya indah, manis, menyenangkan, tapi semua itu tidak didapatkan dengan mudah.

merasakan kehadiranmu sudah jauh lama disadari oleh diri ini. cinta, hmmm mungkin awalnya belum tapi waktu yang menuntun itu. aneh rasanya kenal saja tidak kok bisa suka, ya! tapi ini nyatanya. cinta tak bisa memilih dengan siapa ia berlabu, seandainya bisa pun mungkin saat ini saya tidak mempertahankan anda sampai selama dan dengan ketidak jelasan yang ada.

mempertahankan dengan ketidak jelasan membuat semua bagai tak ada maknanya. ketika satu pihak sulit menyatakan secara gamblang, satu pihak lain seolah tak peka dengan semua ini. ketika titik jenuh berada dipuncak dengan mudah ucapan mundur itu terlontar, tapi dengan mudah lagi seolah semua ini dipatahkan dengan hal-hal yang datang dari orang-orang. sampai kapan? bahkan waktu libur semester yang diharapkan mampu memupuk rasa itu seolah percuma selagi kita masih saling bertemu dengan status yang sama-sama tak jelas.

saya mungkin selalu mendelay dan memendam. mencoba menghindar dan akhirnya menyakiti hati sendiri. orang-orang sekitar saya justru ‘ngebet’ melihat semua yang terjadi. bahkan nyali saya hancur dibandingkan apa yang mereka perbuat.

entahlah, ketika teman-teman yang lain mendesak untuk berkata jujur maka diam yang menjadi pilihan. ini bukan pribadi saya yang terbiasa dengan memulai. tuntutan ini seolah bertolak belakang dengan saya, namun cepat atau lambat saya harus memilih mulai atau berhenti. mengetahui orang yang disana adalah sosok tak peka dan berjalan alot dalam masalah hati membuat diri ini semakin putus asa. ya! haruskah saya berhenti dan mulai menghindari pertemuan walau nyatanya itu sulit dilakukan.

bawaan lahir atau apalah namanya, seolah orang-orang yang dekat padanya berkata sama kepada saya “ia kurang pandai dalam merasa dan merespon dengan cepat” lantas apakah saya salah jatuh cinta?

cepat atau lambat sebuah sikap akan saya ambil. berhenti mungkin menjadi pilihan yang terbaik. mungkin saat ini susah rasanya, namun semua akan berjalan dengan proses. hanya ada dua pilihan berakhir dengan kebahagiaan atau sebaliknya.

Hidup Terus Berjalan dan Hidup Butuh Kejelasan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s